Unnes Night Festival
Wisnu Prakoso
6102415071
Berita Opini
Memenuhi Tugas Makul Sport Jurnalism

Unnes Night Festival
Untuk kali ketiganya, Unnes Night
Festival atau Unfest 3.0 sukses digelar pada Kamis (10/5) di Lapangan Prof.
Dumadji Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang (UNNES).
Setelah tahun lalu, memilih Naif dan
Payung Teduh sebagai bintang tamu, tahun 2018 ini, panitia Unfest memilih
Sheila On 7 serta Ipang yang sukses menyedot ribuan antusiasme pengunjung.
Sheilla On 7 merupakan
band asal Yogyakarta yang populer di era 2000-an. Band ini mulanya dibentuk
oleh sekelompok murid SMA yang terdiri dari Duta (Vokal), Eross (gitar), Sakti (gitar), Adam (bass) dan Anton (drum)
pada 1996. Kala itu mereka menamai band ini dengan sebutan SheilaGank.
SheilaGank mulai manggung sebagai
band sekolahan yang kerap tampil di acara pensi SMA se-Jateng-DIY. Saat itu
mereka sering membawakan lagu-lagu dari asing karya Bon Jovi, U2 atau OASIS. Usai malang melintang selama 2 tahun, akhirnya mereka
berhasil mendapatkan kontrak rekaman dengan Sony Music Indonesia. Mereka
kemudian resmi mengubah nama bandnya menjadi Sheila On 7. Makna
"Sheila" sendiri diambil dari teman SMA Eross yang juga teman SD Adam
dan Duta yang bernama Sheila. Sedangkan "On 7" memiliki arti pada 7
nada do-re-mi-fa-so-la-si.
Duta cs
mengeluarkan album debut yang berjudul "Sheila on 7" (1999). Album
ini sukses besar dengan single andalannya seperti "Dan",
"Kita", "J.A.P" dan "Anugerah Terindah yang Pernah
Kumiliki". Beberapa penghargaan pun berhasil mereka raih seperti Double
Platinum Award oleh Sony Music Asia 1999, Song of The Year "Dan" di
MTV Ampuh 2000 dan Best New Artist dalam MTV VMA 2000.
Sheila On 7 kembali menggebrak blantika musik Indonesia
dengan album kedua "Kisah Klasik Untuk Masa Depan" (2000). Album ini
sukses mengantarkan Sheila On 7 menjadi band top papan atas. Single andalannya
yang berjudul "Sephia" menjadi hits di kalangan masyarakat luas.
Sheila On 7 semakin merambah pasar musik luar negeri di
album ketiganya "07 Des" (2002). Lagu-lagu seperti "Buat Aku
Tersenyum" dan "Seberapa Pantas" ternyata mampu menarik penikmat
musik di Malaysia dan Singapura. Tak tanggung-tanggung mereka berhasil meraih 3
penghargaan sekaligus di ajang bergengsi Anugerah Planet Muzik Malaysia 2003.
Kepopuleran Sheila On 7 membuat sutradara Upi Avianto
menawari proyek soundtrack film "30 Hari Mencari Cinta". Dalam film
yang dibintangi oleh Nirina
Zubir, Maria Agnes, Dinna Olivia dan Luna Maya tersebut,
Sheila On 7 menyumbang 4 lagu baru seperti "Melompat Lebih Tinggi"
dan "Berhenti Berharap".
Sayangnya Sheila On 7 diterpa masalah saat merilis album
kelima mereka yang berjudul "Penjantan Tangguh" (2004). Sang drummer,
Anto, harus keluar dari Sheila On 7 karena alasan ketidaksiplinan. Posisi Anton
digantikan Brian sebagai additional
player.
Hanya berselang dua tahun Sheila On 7 lagi-lagi harus
kehilangan member mereka. Kali ini sang gitaris, Sakti, memutuskan keluar
karena alasan melanjutkan pendidikan agama di Timur Tengah. Usai kepergian
Sakti, Brian yang selama ini hanya menjadi member tak tertap akhirnya diangkat
menjadi anggota tetap. Dengan masuknya Brian, Sheila On 7 kembali merilis album
berjudul "507" (2006) lalu disusul dengan "Menentukan Arah"
(2008) dan "Berlayar" (2011).
Februari 2014 menjadi tahun terakhir Sheila On 7 bersama
Sony Music Indonesia, label yang telah menaungi mereka sejak debut. Di bawah
Sony Music Indonesia, Sheila on 7 telah menorehkan prestasi membanggakan dengan
terjualnya lebih dari 1 juta copy untuk masing-masing 3 album mereka. Usai
keluar dari Sony Music Indonesia, Sheila On 7 memilih untuk bermusik di jalur
indie.
Selain memberikan nuansa energik,
tampilan Sheila On 7 dan Ipang mampu menghantarkan ribuan mata pada nuansa
kenangan 90an.
Terlebih lagu-lagu yang dibawakan merupakan lagu-lagu
yang menghantarkan nama keduanya besar di era 90an.
Ipang tampil dengan membawakan beberapa lagu hitsnya seperti,
“Tentang Cinta”, “Ada yang Hilang”, hingga “Sahabat Kecil”.
“Ada yang sedang jatuh cinta
disini? Kalau ada jangan bilang dulu. Kasihan teman-teman kita disini yang
sedang patah hati. Semoga kalian yang datang kesini semuanya bisa jatuh cinta,”
kata Ipang disela-sela penampilannya.
Sementara Sheila On 7, berhasil menghipnotis lebih dari
lima ribu penggemarnya, atau yang akrab disapa SheilaGank.
Duta, Erros, Brian, dan Adam Subarkah, satu persatu
menyapa penggemarnya. Sheilagank yang malam itu membanjiri area lapangan FIK
UNNES langsung berteriak histeris.
“Selamat Datang”, “Pejantan Tangguh”, dan “Kita” menjadi
lagu pembuka dimulainya kegiatan yang berkonsep Integrity
Expo and Concert Music Art and Culture ini.
“Terimakasih teman-teman yang sudah mau datang kesini.
Kalian SheilaGank yang selalu mendukung kami Sheila On 7 sejauh ini. Tetaplah
loyal pada musisi dalam negeri,” kata Duta.
Kami, tambah Duta, senang dapat hadir di UNNES dan
menghibur para penggemar kami.
Lagu-lagu seperti “”Seberapa Pantas”, “Mudah Saja”,
“Betapa”, “Film Favorit”, “Hari Bersamanya”, “Lapang Dada”, hingga “Melompat
Lebih Tinggi”, mengudara di seluruh kampus konservasi tersebut.
Perjumpaan pun berakhir di materi “Dan” yang di medley dengan “Itu Aku” di akhir
penampilan. Meski terbilang singkat, namun pengunjung merasa cukup puas dengan
aksi sang idola.
Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Dr Bambang Budi Raharjo
MSi berharap, kegiatan ini dapat menjadi ajang ekspresi bagi mahasiswa UNNES
dan menjadi kegiatan rutin tahunan yang memeriahkan rangkaian kegiatan Dies
Natalis Universitas Negeri Semarang.
Editor:Wisnu
Prakoso 071
Leave a Comment