Reportase Olahraga Saat Puasa, Pastikan Asupan Energi Cukup



Reportase

Olahraga Saat Puasa, Pastikan Asupan Energi Cukup

SEKARAN UNNES - Bulan Ramadhan (17/5) adalah bulan  yang unik karena umat Muslim diwajibkan  untuk menjalankan ibadah puasa dari terbit fajar hingga tenggelamnya matahari. Antara waktu tersebut, kurang lebih selama 13 jam, tubuh tidak mendapatkan suplai makanan dan minuman dari luar. 
Sehingga berpuasa tak lantas absen berolahraga selama sebulan penuh.  Meski demikian, olahraga sangat diperlukan untuk menjaga kondisi tubuhnya tetap bugar di bulan Ramadhan. Selain itu, juga ada atlet yang tetap melakukan latihan di bulan Ramadhan untuk persiapan kompetisi sehingga diperlukan makanan yang tepat untuk menambah energi.
Namun, ada juga yang beranggapan bahwa waktu terbaik melakukan olahraga adalah pada saat menjelang berbuka puasa. Menurut Helmita Wahyu mahasiswa  FIK UNNES, olahraga sebaiknya dilakukan 30-60 menit menjelang berbuka karena mendekati waktu makan.
Setelah olahraga, mengonsumsi buah atau protein dapat membantu energi yang hilang. Makanan yang terdiri dari sayuran dengan protein dari ayam atau ikan disarankan dikonsumsi 45 menit hingga satu jam setelah olahraga. Makanan juga dapat dicampur dengan karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oat dan lemak sehat seperti kacang dan alpukat
Fajar Prasetyo, salah satu atlet atletik UNNES mengatakan jenis makanan dan asupan yang diperlukan bergantung pada intensitas olahraga karena berpengaruh langsung terhadap tingkat energi.
Bila intensitas olahraga tinggi saat Ramadhan, air menjadi kunci agar tubuh tetap enerjik dan  tidak kekurangan cairan. “sekitar 2,5 hingga 4 liter air harus dikonsumsi antara buka puasa dan sahur,  juga bergantung  pada aktivitas perorangan untuk mencegah  lelah  otot,” kata Fajar. Dan pastikan sesi latihan fisik anda jangan terlalu intens untuk menghemat energi tubuh selama berpuasa.

Editor :Wisnu Prakoso071

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.