Dituntut Bisa Bermain Basket, Mahasiswa PJKR Unnes 2015 Adakan Kompetisi Simulasi Antar Kelas

S E M A R A N G – Hari berganti hari, bulan berganti bulan, semester berganti semester disaat semester empat tiba antusiasme mahasiswa PGPJSD B 2015 sangat terlihat di pagi buta hari H pengambilan mata kuliah, dipagi itu mahasiswa berlomba-lomba mengambil mata kuliah yang telah dipesan sebelumnya, dalam jangka waktu yang singkat kelas-kelas yang disediakan hampir penuh terisi oleh mahasiswa.
Banyak sekali mata kuliah yang ditawarkan, namun hanya beberapa yang boleh dipilih. Untuk mahasiswa PJKR dan PGPJSD mata kuliah yang istimewa sudah disiapkan. Begitu bahagianya mereka karena salah satu mata kuliah istimewa itu adalah basket, olahraga yang sudah ditunggu-tunggu sejak lama. Serambi menunggu hari pertama masuk kuliah, mahasiswa PGPJSD B 2015 mengadakan diskusi terkait serajam basket yang nantinya akan menjadi icon kelas mereka, satu persatu gambar ditampilkan, satu persatu warna diterapkan, satu persatu mahasiswa mulai melontarkan ide dan keinginannya, keindahan yang mempesona penampilan yang mereka ingin tunjukkan.
Waktu telah bergulir begitu lama hingga kerinduan masuk kuliah menyelimuti setiap insane mahasiswa PGPJSD B 2015, hari itu adalah momen yang sangat indah salang bertemu, menyapa, mengungkapkan ridu yang mendalam dan saling menunjukkan rasa kekeluargaan yang amat erat. Dosen basket PGPJSD B 2015 kala itu adalah Bapak Aris, desen yang begitu tampan dengan kewibawaannya, gengan kegagahannya, dengan ketegasannya, beliau menyapa setiap insane mahasiswa PGPJSD B2015 di dalam kelas. Interaksi yang menimbulkan canda tawa, tatapan mata yang menimbulkan keseriusan terjadi didalam kelas, pagi itu setelah detik demi detik berlalu mahasiswa mendiskusikan seragam basket lagi, karena Pak Aris tidak ingin ada kesalahan sedikitpun.
Waktu yang diberikan kepada mahasiswa untuk berdiskusi memberikan jawaban yang menurut mahasiswa sudah tepat dan bermakna, seragam berwarna merah dan emas. Filosofi dari warna itu adalah merah yang berarti berani, mahasiswa PGPJSD B 2015 tidak akan mundur selangkahpun dalam perjuangan, mereka berani menghadapi apapun bersama-sama, lalu makna dari emas adalah, barang yang berharga, barang yang mempunyai nilai dan harga dimana setiap orang akan sangat bahagia bila bisa memilikinya, begitu juga dengan PGPJSD B 2015, setiap ilmu yang didapat adalah berharga, bernilai termasuk bola basket,maka dari itu mereka ingin selalu memberikan yang terbaik dalam setiap mereka mengemban ilmu.
Satu minggu kemudian, dibawah panas terik matahari di lapangan basket mahasiswa diajarkan tentang dasar-dasar dari permainan basket. Dorongan tangan terhadap bola basket, bungi pantulan bola basket, dan jeritan masa depan terdengar indah. Setiap minggunya mereka selalu diperhatikan perkembangannya. Disaat perkuliahan selesai, Pak Aris menjelaskan bahwa minggu depan semua kelas di PJKR dan PGPJSD akan dipegang oleh bbf, mahasiswa-mahasiswa yang ahli dalam bola basket. Setiap malam mahasiswa diwajibkan melakukan latihan basket, mendapat tanda tangan sang ketua bbf yang begitu tampan yaitu Inama, setiap mahasiswi semakin bersemangat melakukan karena moodboster dari sang ketua bbf.
Suara penjual susu dipagi hari yang sangat setia menjadi penanda jam 07.00 wib menghantarkan mahasiswa PGPJSD B 2015 bermain basket, mereka rajin berlatih karena diakhir perkuliahan akan diadakan simulasi kompetisi basket antar kelas. Mahasiswi PGPJSD A dan B digabung menjadi satu kesatuan dikarenakan sangat minimnya perempuan dikelas PGPJSD A dan B, mereka menjadi squad yang kuat karena hampir setiap matahari diatas mereka, mereka sudah memantulkan bola basket dilapangan.
Setelah lama waktu memeras keringat dalam latihan, tiba saatnya hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, pagi buta menyusuri jalanan, melihat gemerlap lampu merah kuning hijau yang sangat banyak dilalui, tiba saatnya kompetisi dimulai, gedung yang berada di Marina dipilih karena bangunan yang kokoh berdiri dan dengan kemegahannya menunjukkan kualitas sang pemain yang menari indah diatas lantainya.
Acara yang pertama adalah upacara pembukaan yang dibuka oleh Bapak Kajur PJKR dengan simbolis memasukkan bola basket kedalam keranjang, lalu alunan lagu Indonesia yang menambah berkobarnya api semangat dalam jiwa-jiwa muda, disambung alunan kami patriot olahraga, disana terlihat jelas kesiapan mahasiswa dalam menunjukkan kegigihannya dalam menghadapi musuhnya nanti.
Mahasiswi PGPJSD bermain pertama meawan mahasiswi PJKR, tampak gemuruh sorak sorai dari kedua supporter meneriaki pemain ataupun lagu kebanggan tim mereka. Peluit sang wasit pun ditiup menandakan awal pembuktian mahasiswi yang berada dilapangan. Hitungan mundur dari papan skor terus menambah ketegangan masing-masing tim karena hampir selesai mahasiswi yang berada ditengah tidak menunjukkan perubahan skor. Skor berubah untuk PGPJSD, lalu disusul PJKR, kembali disusul PGPJSD, setelah bertahan begitu lama keunggulan dari PGPJSD hampir membuktikan bahwa mereka hebat, namun karena kecerobohan wasit yang meniup peluit sebelum menit habis membuat tim PJKR dengan leluasa memasukkan bola ke ring tanpa penjagaan, sontak skor yang menjadi imbang ini membuat geram mahasiswi PGPJSD karena merasa dicurangi, akhirnya skor PGPJSD tertinggal sampai akhir.
Setiap kelas saling bergantian, setiap kelas saling beradu, setiap kelas membuktikan kemampuannya, hingga waktu finalpun tiba, dimana tim PGPJSD A dan PJKR B beradu skil diatas lantai yang begitu indah dan nampak mewah. Peluit sang wasit yang menjadi penanda kehebatan kedua tim, kehebohan supporter sangat-sangat nampak disini, kemeriahan acara dimalam itu sangat fantastic dan ufforia dari semua yang ada disana sangat terasa.
Semangat yang ditunjukkan dalam final ini ditunjukkan oleh salah satu pemain dari PGPJSD A karena tidak henti-hentinya dia memasukkan bola ke ring dalam hitungan menit, dia adalah Islam Jabal Nur Ibrohim, laki-laki yang tingginya hampir 168cm, tampan, bila melihat dunia nyata laiki-laki yang bermain basket adalah laki-laki yang tampannnya nambah 100%.  Jabal digadang-gadang sebagai pemain terbaik saat itu, tidak dipungkiri dia juga pemain basket tim saket Unnes, tim solid kebanggan Unnes. Skor terpantau sangat jauh antara PGPJSD dan PJKR, sudah Nampak terlihat bahwa PGPJSDlah yang naik podium menghiasi dan mewarnai podium dimalam itu.
Hal yang sudah diharapkan diawal tadi benar adanya bahwa laki-laki tampan itu menjadi pemain terbaik pada kompetisi simulasi PJKR dan PGPJSD angkatan 2015 tahun 2017. Supporter terbaik juga beemban oleh PGPJSD yang terlihat kompak dan mengeliarkan api semnagta pada setiap permainan, terlihat juga saat final tiba, keringat letih dan rasa capek tidak tampak pada supporter PGPJSD, sudah sepantasnya didapatkan oleh PGPJSD.
Upacara yang sudah sangat ditunggu-tunggu karena waktu sudah menunjukkan tengah malam yaitu jam 23.50 wib itu juga menandakan berhentinya tugas bbf dalam ikut ambil bagian di acara hari simulasi pada saat itu. Ketua bbf yang sudah tidak akan menghiasi hari-hari mahasiswa PJKR dan PGPJSD sebenarnya membuat sedih. Namun waktu yang terus berjalan harus membiasakan seseorang tanpa kehadiran seseorang yang dianggap istimewa.
Dalam perjalanan pulang,mahsiswa semakin menunjukkan kekompakannya dengan saling menjaga satu sama lain, saling memiliki satu sama lain, saling membariskan motor agar tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan, sesampainya di Unnes mahasiswa tidak langung bubar melainkan makan bersama, sekaligus syukuran karena keberhasilan acara yang telah dibuat ini. Acara Simulasi tidak akan berjalan lancar bila ada mahasiswa yang tidak ikut ambil bagian dalam pelaksanaan acara ini. LNY-18

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.