Dituntut Bisa Bermain Basket, Mahasiswa PJKR Unnes 2015 Adakan Kompetisi Simulasi Antar Kelas
Mahasiswa jurusan PJKR dan prodi PGPJSD 2015 yang mengambil mata kuliah bola basket berjumlah sekitar 245 mahasiswa, terdiri dari tujuh kelas yaitu PJKR Bilingual, PJKR A, PJKR B, PJKR C, PJKR D, PGPJSD A, dan PGPJSD B. Untuk Mahasiswa Laki-laki, satu team satu kelas, untuk mahasiswa perempuan dibagi menjadi empat team yang didalamnya gabungan mahasiswa PJKR dan gabungan mahasiswa PGPJSD sendiri. Bukan hanya menjadi sebuah team, makasiswa juga ada yang diberi kesempatan berpartisipasi dalam kepanitiaan, dalam team juri dan dalam mempersiapkan acara ini. “Disetiap team akan ada satu coach yang menangani terbentuknya sebuah team yang baik dan yang akan mengajari satu team itu sampai bisa Coach yang menangani satu team besok adalah coach yang sudah berpengalaman dalam melatih suatu team, sebelum kami memilih mereka sebagai coach kami melihat dulu kemampuan mereka dalam olahraga basket dan yang pasti akan terpilih adalah mereka yang mengikuti BBF bukan hanya menjadi team basket, adek-adek mahasiswa juga akan ada yang berpartisipasi dikepanitiaan dan juga nanti disela-sela acara bola basket akan ada dance dari tiap kelas, jadi setiap team basket kelas mereka bermain, team dance bertugas mensuporteri dipinggir lapangan, pokoknya bakal jadi acara yang seru dan ditunggu-tunggu oleh adek-adek mahasiswa” ujar ketua BBF yang juga ikut berpartisipasi dalam menyiapkan acara kompetisi simulasi.
Mahasiswa diberi waktu sekitar dua setengah bulan untuk berlatih bersama coach sebelum acara kompetisi simulasi bola basket jurusan PJKR berlangsung, mahasiswa juga diberi waktu panjang untuk mempersiapkan dance dan juga yel-yel ataupun jargon untuk team kebanggaan mereka. Acara yang digadang-gadang akan terlaksana bulan Januari 2017 itu menambahkan api semangat setiap mahasiswa karena setiap mahasiswa mempunyai tugas dan peran masing-masing dalam suksesnya acara ini. “penugasan yang menurut saya bagus ya, jadi setiap mahasiswa tidak ada yang berdiam diri, semuanya bekerja dan berusaha, team basket capek, team dance capek, team panitia juga capek, jadi semuanya adil ndak ada yang dirugikan” ujar Luisiana Mahasiswa PGPJSD B 2015 yang sewaktu itu menjadi team bola basket putri PGPJSD. “saya juga suka dengan pendapat Luisiana, tapi alangkah lebih baiknya kalau Coachnya dua atau tiga disetiap team, itu akan membuat proses kita bisa semakin cepat, kerena basic awal kita bukan 100% basket semua” ujar Maulia Nur Indah setelah berlatih bola basket (10/11).
Semakin dekat acara kompetisi simulasi bola basket semakin semangat juga mahasiswa berlatih, hal itu terlihat pada team putri dan putra yang giat berlatih di pagi buta, siang dan malam hari, tidak perduli hujanpun mereka tetap semangat berlatih. “kami cuma gak mau mempermalukan team kami, memang basic dasar kami berbeda-beda, tetapi kalo semakin sering diasah kami juga akan bisa meskipun tidak mahir seperti pemain top di tv” ujar Fesa K mahasiswa putra PJKR D.
H-1 hari semua team basket tidak diperbolehkan berlatih, dikarena mengurangi resiko cidera, dan menjaga stamina yang akan dikuras di hari esok. “mahasiswa harus sudah sampai lokasi pukul 07.30, karena jam 08.00 akan dilangsungkan upacara pembukaan, dan dilanjutkan kompetisi” ujar salah satu panitia penyelenggara. Supporter yang sangat antusias terlihat dari semua kelas, ada yang membawa alat drum band, ada pula yang memasang spanduk-spanduk untuk mendukung team kebanggan mereka, ada pula spanduk besar yang mengucapkan rasa terimaksih kepada dosen mata kuliah bola basket. Upacara yang didatangi Bapak Ketua Jurusan Pend.Jasmani,Keseharan dan Rekreasi, Perwakilan dosen-dosen, organisasi BBF juga mahasiswa PJKR angkatan 2015 ini dibuka dengan simbolis Bapak Ketua jurusan memasukkan bola kekeranjang. “Siapa yang menang nanti jangan sampai membuat kita terpecah belah, dengan adanya acara ini harusnya kita semakin dekat dan akrab satu sama lain, jika yang salah satu team yang ada disini menang itu berarti latian mereka lebih sering disbanding yang belum memang, tapi ingat ini pembelajaran ini perkuliahan, jangan menyakiti satu sama lain, melalui perkataan ataupun tindakan kita” ujar pesan dari ketua Jurusan PJKR Bp.Mugiyo Hartono.
Kompetisi yang berlangsung apik itu ditanggapi positif olah mahasiswa PJKR dan PGPJSD yang ada disana dari awal hingga akhir kompetisi terlihat aman dan nyaman, meskipun ada kendalan ditengah-tengah acara hal itu dikarenankan wasit yang latah meniup peluit tanda selesai, sedangkan waktu masih berjalan beberapa detik, terlihat juga team putri PGPJSD sudah setengah jalan kembali mendekati coach setelah peluit berbunyi, dan terjadi insiden team putri PJKR memasukan bola kekeranjang setelah peluit dari wasit yang dianggap sah oleh juri, hal ini mendapat reaksi dari captain team putri PGPJSD yang meminta itu dibatalkan karena wasit sudah meniup peluit tanda pertandingan selesai, namun captain team tidak didengarkan sama sekali, itu terlihat pada papan skor yang tidak ada perubahan. “Kak tadi peluit sudah berbunyi kok masih sah dapat point?” ujar captain team PGPJSD yang didampingi coach. Tidak ingin membuat jelek acara ini, team putri PGPJSD memutuskan untuk melanjutkan pertandingan hingga selesai.
Permainan apikpun ditunjukkan oleh team putra PGPJSD A, hingga team ini maju sebagai pemenang dan mendapatkan penghargaan sebagai best player untuk salah satu atlet “saya tidak menyangka kalo best player akan diberikan pada saya, ya bersyukur sekali kepada Allah” ucap Islam Jabal Mahasiswa PGPJSD B . Kategori dance diberikan kepada kelas PJKR C dan best supporter diberikan kepada PGPJSD, kekompakan sesama mahasiswa sangat diapresiasi oleh panitia. “Terimakasih sudah ikut serta dalam menyukseskan acara ini, datang damai pulangpun damai tetap jaga kekompakan dan silaturahmi karena kita semua teman dan satu almamater” ujar dosen ke-2 bola basket Bp.Eka. “terimakasih untuk semua teman-teman, terimakasih untuk panitia, teman-teman yang berpartisipasi dalam acara ini, semua tidak ada yang sia-sia, semua meninggalkan kenangan yang baik, hati-hati dijalan saling menjaga satu sama lain” ujar Inama ketua BBF Unnes._LNY18
Leave a Comment